HAARRUUUNNN???!!! KAMU MABOOOKKK????!!!

Iya. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mabok. Aduh, saya jadi buka aib begini. Itu malam saya lagi galau, mumed, dan tergoda oleh bujukan setan yang terkutuk, jadilah saya ke Jl. Dago No.34, beli sebotol anggur merah. ‘Mengandung alkohol kurang lebih(saya nggak tau cara nulis plus-minus dengan format atas-bawah) 14,7%,’ kata botol itu. Bukan, botolnya nggak ngomong, tapi ada tulisan di labelnya. Masa begitu saja tidak mengerti.

Mabok itu nggak enak, sodara-sodara. Kepala pusing, jalan sempoyongan, muntah-muntah pula. Heran saya sama para pemabok… atau pemabuk? Sama saja lah… Yang suka mabok-mabokan tiap kali punya cukup duit untuk dihambur-hamburkan.

HOOOEEEKKKK….

Ada apa? Oh, itu saya muntah. Untung ada plastik kresek jadi saya tidak harus muntah di lantai, atau di kasur, atau di atas laptop, atau harus pergi ke kamar mandi dan orang sekosan jadi tahu kalau tetangganya ini mabok. Plastik kresek, you saved my life… And my floor. Oh, tunggu, ternyata floor… ah, saya sebutnya lantai saja ya, tidak terlalu selamat karena plastiknya bocor, menyebabkan saya harus lap itu lantai dengan kain bekas.

Aduh, saya nonton jadi tidak nikmat. Saya nonton itu, film tentang orang Kazakhstan yang pergi ke Amerika itu, apa namanya? Oh, iya, Borat, judulnya. Ah, itu film lucu sekali. Lucu karena menceritakan betapa udik dan kampunganna orang Kazakhstan itu… Tapi sekaligus juga membuat kita menyadari betapa kita senang mencela orang lain yang berbeda dengan kita. Itu film tidak ada pesan moralnya. Malah film itu sangat menjelek-jelekkan Kazakhstan sebagai sebuah bangsa. Menghina kebudayaan lain dengan film memang hobinya orang Amerika. Jadi ingin kirim bom nuklir ke sana… Eh, tapi jangan. Nanti film Pirates of Carribean 4 jadi batal dibikin.

LALALALALAAA…

Ah, kenapa juga saya harus tulis itu, dengan huruf kapital pula?

*suara harmonika*

Tunggu, kenapa tiba-tiba ada suara harmonika? Oh, nggak, itu saya abis beli harmonika buat iseng-iseng. Habis gitar saya hilang. Mau beli gitar lagi, paling murah harganya IDR 390K. IDR itu Rupiah, dan K berarti ribu, kalau kamu nggak tahu. Itu harmonika saya beli karena saya senang… senang sendirian. Ya, akhir pekan(kalau saya sebut akhir minggu nanti kamu mengira kejadiannya terjadi hari Minggu) kemarin saya makan enak sendirian. Saya makan nasi rawon di warung makan yang baru buka di dekat kosan saya, sendirian. Terus saya makan bakso dan sup buah(FYI: buahnya tidak direbus) di depan tempat saya beli harmonika itu, juga sendirian. Terus saya baca-baca komik-komik di rumah baca, juga sendirian. Ah, betapa menyenangkannya membuang waktu dengan percuma, sendirian.

Nah, itu dia, buku yang sudah saya incar sejak lama: Drunken Mama, karya Pidi Baiq. Disebut karya, bukan karangan, karena katanya semua kisah di bukunya itu aseli, bukan karangan. Saya tidak mau cerita tentang isi buku itu. Biar kamu baca saja sendiri. Nanti saya dituduh melanggar hak cipta kalau saya cerita, sehingga kamu tidak perlu repot-repot sengaja membeli buku itu dan menghadiahi penulisnya royalti.

Itu buku yang… disebut bagus salah, disebut jelek juga salah. Ah, itu buku yang salah, pokoknya. Salah isinya, salah bahasanya, salah semuanya. Jadi, salahkan saja penulisnya, oke?

Ngomong-ngomong, itu buku lanjutan dari dua buku sebelumnya: Drunken Monster dan Drunken Molen. Itu juga buku yang salah. Salah semuanya. Jadi, lagi-lagi, mari kita salahkan penulisnya, oke?

Jam di laptop saya menunjukkan pukul… eh, maksud saya jam 7:56. Koq beda dengan waktu postingannya? Jelas, karena itu waktu ketika saya nulis tulisan ini, bukan waktu saya online dan ngepost ini di blog. Ah, sudah jam 7:57 rupanya. Saya lapar. Mau sarapan. Nanti ada UAS(Ujian Akhir Semester; Ujian Alangkah Susahnya) Gambar Bentuk. Ujiannya adalah melukis dengan media cat air. Bukan, bukan kucing udara ataupun udara kucing. Saya tidak menulis ini dengan bahasa inggris, tauk. Itu saya dan teman-teman seangkatan akan melukis persimpangan jalan yang sudah digambar sketsanya minggu sebelumnya. Ah, semoga nilai saya bagus. Amin.

Ah, sudah jam 8:03.

*disimpan di hard disk laptopnya Harun jam 8:04, diposting tiga hari kemudian*

Iklan