Phew… Sabtu kemaren akhirnya gw nonton juga itu Transformers 2. Temen-temen gw udah pada nonton semua, dan gw merasa jadi orang paling tidak gaul sedunia. Akhirnya, dengan celana dalam masih menempel di celana, dipadu dengan celana panjang, kaos, dan jaket favorit gw yang tidak pernah dicuci itu, gw memantapkan hati untuk ngalay nonton di BIP… sendirian. *diucapkan dengan dramatis seperti di acara infotainment*

Waktu menunjukkan pukul… pukul berapa ya? Kalo gak salah jam sepuluh pagi, saya berangkat ke BIP. Motor Yamaha Mio Soul kesayangan(tapi selalu dipakai dengan biadab) seperti biasa mengantarkan gw ke sana. Sampai di sana, ternyata 21 belum buka. Haduuhh… Macam mana ini… Ya sudah, gw menunggu dengan sabar, sambil ngelatin orang-orang pacaran dengan tampang mupengmarepeng.

Lampu lobby bioskop mulai dinyalakan, tapi pintu belum dibuka. Gw ikutan ngantri di depan pintu, berharap dapet Pertamax, tapi apa daya, ternyata gw kalah gesit sama anak kecil. Dua ekor orang anak kecil hiperaktif langsung lari ke dalam masuk, menyebabkan gw gagal Pertamax masuk ke bioskop 21 BIP hari itu. Huh, kau hanya beruntung, anak kecil!

*ahem*

Eniwei, gw cukup beruntung karena gw dapet antrian bagian depan. Ada beberapa belas orang di depan gw, tapi bukan masalah.  Di belakang gw masih ada ratusan orang ngantri demi beras murah tiket Transformers 2. Kalau gw ada di antrian paling belakang, mungkin kalau gw ngescan komputer gw pake antivirus sampe kelar juga antriannya belum selesai. Atau mungkin gw akan mengalami nasib tragis seperti ini:

Mbak-Mbak Penjaga Loket(MMPL; untung bukan Mbak Loket, yang kalau disingkat jadi suatu kosakata yang kurang pantas didengar anak-anak… meskipun mereka juga belum tentu mengerti apa artinya): Filmnya apa, A’? (dia manggil saya A’ karena dia orang Sunda yang biasa manggil cowok dengan sebutan Aa'(baca:a-a’); kurang lebih artinya seperti Mas dalam Boso Jowo)

Gw: Transformers 2…

MMPL: Oh, maaf A’, tiket untuk Transformers 2 sudah habis…

Gw:*bengong, menjatuhkan minuman yang gw pegang di tangan*

[adegan slow motion gelas minuman jatuh dengan kamera dari bawah]

Gw: *sambil menahan nangis, lari ke atap, terus lompat dari atap gedung* [teriak]: HIDUP INI TIDAK ADIIILLL!!!!

Dan gw pun jadi seperti ini:

seorang pria jomblo bunuh diri karena gagal mendapatkan tiket nonton transformers

Okeh, sebelum postingan gw jadi kepanjangan, langsung aja kita masuk ke review film Transformers: Revenge of The Fallen. Here we go…

[MOVIE REVIEW] TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN

Decepticons kembali menyerang bumi! Untunglah ada Autobots yang siap bertempur untuk menyelamatkan bumi. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa Decepticons kembali menyerang bumi? bukankah All Sparks sudah hancur? Pemerintah Amerika yang berkesimpulan bahwa Decepticons menyerang bumi karena mengincar Optimus Prime dan Autobots meminta Autobots untuk meninggalkan bumi, namun permintaan itu ditanggapi oleh Optimus dengan bertanya balik:

Optimus Prime: [to Galloway – who has asked him if the Autobots will leave when asked] We will, but consider this, what if we leave and you’re wrong?
Major Lennox: [Tapping Galloway on the arm] He’s got a point there.

Decepticons punya alasan lain untuk menyerang bumi, dan alasan itu adalah… Sam Witwicky. Kenapa Decepticons menginginkan Sam? Temukan jawabannya dalam film ini.

Film yang masih disutradarai Michael Bay ini menyajikan adegan pertarungan robot yang superkeren, penuh dengan special effect yang menakjubkan. Tidak berlebihan kalau film ini disebut sebagai film dengan adegan pertarungan robot terkeren yang pernah ada. Besi yang hancur, ledakan, transformasi robot, semuanya sempurna! Four thumbs up!

Seperti di film sebelumnya, unsur komedi tetap mewarnai film ini. Leo, teman sekamar Sam yang ikut terseret ke dalam masalah ini, menjadi tokoh kunci unsur humor film ini.

Kekuatan film ini dituliskan dengan begitu lugas di poster film ini: More ALIEN ROBOTS, bigger EXPLOSIONS, and much more MEGAN FOX. Hell yeah, Megan Fox tampil begitu baik(baca: seksi) dalam film ini.

Okeh, segitu aja lah postingan gw. Selanjutnya gw akan bikin review film Ice Age 3: Dawn of the Dinosaurs. See you in my next postingan!

Iklan